Wednesday, 27 January 2016

Stroke di usia muda, Mungkinkah?


Deteksi Dini dengan Mandiri.
Penyakit Stroke masih menjadi masalah utama kesehatan di Indonesia yang sangat menyita perhatian karena intensitasnya. Hal ini seperti diungkapkan oleh seorang Dokter saraf yaitu dr. Nizmah, SpS. Bahwa stroke menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian di Rumah Sakit. Bila tidak diobati dengan benar, pasien akan alami kecacatan dikehidupannya kelak.

“Mereka juga kerap mengalami kehilangan kemandirian dan kualitas hidup, stress emosional dan masalah keuangan bagi keluarga dengan adanya kecacatan tersebut” imbuh dr.Nizmah, SpS. Karena itu, diperlukan penanganan tepat dan sedini mungkin bagi pasien stroke untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut.
Meski demikian, umumnya pasien stroke datang terlambat. “Stroke kerap tidak menimbulkan nyeri, bahkan gejala yang muncul umumnya ringan. Adanya stroke, pasien jadi susah berkomunikasi atau bahkan sedang pada kondisi tidak sadarkan diri. Disisi lain, orang-orang terdekat tidak menganggap pasien sedang mengalami masalah serius” bebernya.


http://davitherbal.com/wp-content/uploads/gambar-penyakit-stroke.jpg

Penyakit Stroke disebabkan adanya penyumbatan alirah darah ke otak pada pembuluh darah yg dilalui. Dengan pengurangan aliran arah ke otak, maka otak akan kekurangan suplai oksigen dan glukosa sehingga jaringan otak lama-lama akan mati. Minum Teh Herbal RWP dapat menghancurkan penyebab sumbatan pada pembuluh darah sehingga darah ke otak akan kembali lancar. Sudah ada Testimoni Pasien Stroke yg sembuh dg minum Teh Herbal RWP ini (image : Penyakit Stroke).

3 Tipe Penyakit Stroke.

Stroke ditandai dengan wajah mencong ke kiri atau ke kanan, ngiler tiba-tiba dan baal atau mati rasa pada bagian wajah. Mereka sulit memegang benda atau berpakaian, atau lumpuh lengan tangannya saat memakai pakaian. Tanda lainnya adalah sulit berjalan. Waspadai pula bila bicaranya menjadi pello, tidak nyambung dan tidak mengerti pembicaraan.
Beberapa pasien lain menunjukkan gejala lupa cara menulis dan membaca. “Segera bawa pasien ke rumah sakit, agar bisa sesegera mungkin dokter menyelamatkan sel-sel otaknya”, tegasnya. Kita juga bisa melakukan pencegahan dini melalui konsumsi obat penyakit stroke herbal terstandar yang sudah teruji sekaligus sebagai upaya pengobatan penyakit stroke secara mandiri.
Umumnya stroke timbul akibat adanya sumbatan dari aliran darah yang menuju ke otak.

Ada tiga tipe stroke, yakni :

Pertama, mini stroke/transient ischemic attacks (TIA).
Kedua, stroke karena sumbatan pembuluh darah otak/stroke iskemik.
Ketiga, stroke karena pecahnya pembuluh darah otak/stroke hemoragik.
Mini stroke ditandai dengan beberapa kondisi, seperti kebingungan sesaat, kesulitan berbicara atau mengerti suatu pembicaraan, gangguan penglihatan, dizziness dan gangguan keseimbangan. “30% stroke didahului oleh stroke mini.” Begitu dr.Nizmah, SpS. menguraikan tentang stroke mini.
Pada stroke kedua, stroke sumbatan terjadi akibat bekuan darah yang menyumbat aliran darah otak. “Lebih dari 80% stroke adalah stroke sumbatan”, jelas dr.Nizmah, SpS. Obat-obatan yang berfungsi sebagai penghancur sumbatan dapat diberikan dengan segera.
Sementara pada stroke ketiga atau stroke perdarahan, disebakan pecahnya pembuluh darah atau aneurisma. Tindakan operasi perlu dilakukan pada kasus stroke ini.
Fakta stroke lain diungkapkan dr. Ibnu Benhadi, SpBS. Menurutnya, stroke menggambarkan kondisi hilangnya sebagian atau seluruh fungsi neurologis secara mendadak. Kondisi ini berlangsung lebih dari 24 jam dan dapat menyebabkan kematian. “Ini karena disebabkan oleh berkurangnya suplai darah atau pecahnya pembuluh darah otak secara spontan,” paparnya. Ia pun mengungkapkan, pasien stroke di Indonesia berasal dari semua umur. “Tidak hanya pada orang dewasa, bahkan saya pernah mendapatkan pasien stroke pada usia 7 tahun,” jelasnya.
Ada banyak faktor penyebab penyakit stroke, seperti penyakit pembuluh darah, gangguan aliran darah ke otak karena emboli atau infeksi, terutama yang kurang dari 15cc/100gr/menit. “Ini artinya pembuluh darah mesti terjaga dengan baik dari sejak muda sampai tua,” jelas dr. Ibnu Benhadi, SpBS. Caranya dengan menerapkan gaya hidup sehat dan mengikis faktor resiko stroke.
———————————-
Menurut sebuah jurnal yang ditulis oleh Sylvia Saraswati (2009), faktor resiko dari penyebab stroke dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu faktor resiko yang dapat dimodifikasi dan faktor yang tidak dapat dimodifikasi.
———————————-

1. Faktor Resiko yang TIDAK DAPAT dimodifikasi

a. Usia
Dari berbagai penelitian, diketahui bahwa jika semakin tua usia maka semakin besar pula risiko terkena stroke. Hal ini berkaitan dengan proses degenerasi (penuaan) yang terjadi secara alamiah. Pada orang-orang lanjut usia, pembuluh darah lebih kaku karena adanya plak.
b. Jenis Kelamin
Laki-laki memiliki risiko lebih besar untuk terkena stroke dibanding perempuan. Hal ini mungkin karena sebagian besar laki-laki cenderung untuk merokok. Rokok, dapat merusak lapisan dari pembuluh darah tubuh.
c. Herediter
Terkait dengan riwayat stroke di keluarga, orang dengan riwayat stroke pada keluarga, memiliki risiko lebih besar untuk terkena penyakit stroke dibanding dengan orang tanpa riwayat stroke pada keluarganya.
d. Ras atau Etnis
Dari berbagai penelitian, ditemukan bahwa ras kulit putih memiliki peluang yang lebih besar untuk terkena stroke dibanding ras kulit hitam.

2. Faktor Resiko yang DAPAT dimodifikasi

a. Hipertensi
Orang yang tekanan darahnya tinggi mempunyai peluang besar untuk mengalami stroke. Bahkan, ini merupakan penyebab terbesar dari stroke. Alasannya, dalam hipertensi dapat terjadi gangguan aliran darah tubuh yaitu diameter pembuluh darah mengalami pengecilan atau menyempit sehingga darah yang mengalir ke otak pun akan berkurang. Dengan pengurangan aliran darah otak (ADO), maka otak akan kekurangan suplai oksigen dan glukosa sehingga jaringan otak lama-lama akan mati.

b. Penyakit Jantung
Penyakit jantung seperti jantung koroner dan infark miokard (kematian otot jantung), bisa menjadi faktor terbesar penyebab stroke. Seperti yang kita ketahui bahwa pusat dari aliran darah di tubuh terletak di jantung. Jika pusat pengaturan darah mengalami kerusakan, maka aliran darah tubuh mengalami gangguan, termasuk aliran darah menuju otak. Gangguan aliran darah itu bisa mematikan jaringan otak secara mendadak ataupun bertahap.

c. Diabetes Mellitus
Penderita Diabetes Mellitus atau kencing manis memiliki risiko mengalami stroke. Hal ini terkait dengan pembuluh darah penderita diabetes yang umumnya lebih kaku (tidak lentur). Adanya peningkatan ataupun penurunan kadar glukosa darah secara tiba-tiba juga dapat menyebabkan kematian otak.

d. Hiperkolesterolemia
 Hiperkolesterolemia merupakan keadaan ketika kadar kolesterol di dalam darah berlebih. LDL yang berlebih akan mengakibatkan terbentuknya plak pada pembuluh darah yang lama kelamaan akan semakin banyak dan menumpuk sehingga menganggu aliran darah.

e. Obesitas
Kegemukan merupakan salah satu faktor resiko terjadinya stroke. Hal tersebut terkait dengan tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam darah pada orang dengan obesitas, yaitu biasanya kadar LDL lebih tinggi dibanding kadar HDL.

f. Merokok
Dari hasil berbagai penelitian, diketahui bahwa orang-orang yang merokok ternyata memiliki kadar fibrinogen darah yang lebih tinggi dibanding orang yang tidak merokok. Peningkatan kadar fibrinogen ini dapat mempermudah terjadinya penebalan pembuluh darah sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan kaku. Dengan demikian, dapat menyebabkan gangguan aliran darah.
 

Sumber : davitherbal.com


0 comments:

Post a Comment